Kami juga melayani penjualan dan pembelian Logam Mulia dengan berat minimal 25 gr

21 Mei 2011

Awas Tertipu (Dengan Penambahan Syariah) 1

Iming-iming  pemberian pinjaman bank syariah adalah "yang" katanya bersistem bagi hasil dan bukannya bunga. Walau sebenarnya bungkus tersbut terlalu nyata kebohongan yang ditutupi dalil. Tapi nyatanya masih bnayak umat yang terkecoh dengan kamuflase tersebut.

9 Mei 2011

Maklumat Pencetakan dan Pengedaran Nisfu Dinar Baru

Maklumat Pencetakan dan Pengedaran Koin Nisfu Dinar

Kepada Yth
Umat Muslim
di mana pun berada


'Hai kaumku penuhilah takaran dan timbangan yang adil, dan janganlah engkau merugikan hak-hak manusia (dengan mencurangi nilai), dan janganlah berbuat zalim dengan melakukan kerusakan' (QS Hud: 85)

Fulus Kepeng Bali tetap Berlaku

Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Umat Hindu Bali kini masih menggunakan fulus kepeng sebagai mata uang sakral. Mereka menggunakannya sejak abad X bersama dengan dinar emas dan dirham perak.

Ternyata bukan hanya permintaan koin dinar dan dirham saja yang makin tinggi. Akhir-akhir ini, di Propinsi Bali, umat Hindu juga mulai kesulitan memperoleh pasokan stok koin kepeng tembaga - yang dalam kaidah kita sebagai muslim disebut koin fulus. Padahal Pemerintah Daerah Bali melalui SK Gubernur nomor 68 Tahun 2003, sejatinya sudah mendorong uang kepeng

6 Mei 2011

Wakala Al Faqi Jadi Keluarga Madani

Untuk meningkatkan pelayanan kepada umat, Wakala Al Faqi resmi berubah menjadi Wakala Keluarga Madani (WKM).

Selama ini masyarakat Jakarta Utara, khususnya daerah Cilincing dan sekitarnya, mendapatkan pelayanan dair Wakala AL Faqi. Tetapi memperluas daya layannya, wakala ini telah meningkatkan kapasitasnya, sekaligus berganti nama, menjadi Wakala Keluarga Madani (WKM).

Analisis tentang Terorisme

Cape Town, Afrika Selatan, 05 Mei 2011
Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi

Bagaimanakah isu kekerasan dan bom bunuh diri dalam Islam?

Isu Terorisme kembali muncul. Kali ini diberitakan adanya seseorang yang meledakkan bom bunuh diri di sebuah masjid di Cirebon. Dari manakah akar terorisme ini? Dan bagaimana pandangan Islam atasnya? Berikut adalah wawancara dengan 

5 Mei 2011

Libya Soal Minyak atau Soal Perbankan

Fakta ganjil mengenai konflik Libya

Beberapa penulis telah mencatat fakta ganjil bahwa para pemberontak Libya mengambil waktu rehat dari pemberontakan mereka pada bulan Maret untuk mendirikan bank sentral mereka sendiri - ini bahkan sebelum mereka punya pemerintahan. Robert Wenzel menulis di Jurnal Economic Policy:

25 April 2011

BEBAS RIBA, BEBAS INFLASI DAN BEBAS RAYAP

Tagline baru Dinar Dirham, Bebas Riba, Bebas Inflasi dan Bebas Rayap.

Itulah
yang terjadi di Lucknow, India, dimana sejumlah uang yang tersimpan rapat didalam brankas dengan penjagaan ketat, ternyata luruh hancur dimakan rayap. Bila selama ini makan sepuasnya dengan harga flat hanya pada restoran tertentu, kali ini layak layak pula bank tersebut mencantumkan slogan baru khusus para rayab tentunya "all you can eat buffet at the bank".

9 April 2011

LAWAKAN PARA POLI"TIKUS"

Tewasnya Irzen Octa , sekretaris umum partai pemersatu bangsa ("?"), membuat para politikus di gedung "rakyat" geram. Bahkan mereka sudah bertindak jauh melebih tugasnya dengan mengadakan "pengadilan semu" dengan memanggil para petinggi citibank yang bahkan tidak bisa berbahasa indonesia. Bahkan beberapa wakil rakyat melakukan tindakan protes dengan mengembalikan kartu kredit citibank.

5 April 2011

Dengan Nuqud Lupakan Nominal

Dalam masa transisi, bertransaksi dengan Dinar dan Dirham acap membingungkan, kalau mengacu angka nominal. Harusnya mengacu pada kesetaraan nilai suatu benda.


Itulah yang al-wakil katakan kepada pak Mansuri, rekan kerja al-wakil yang menawarkan produk herbal senilai Rp.100.000,-. Saat itu al wakil menawarkan pembayaran dengan 2 keping 1 dirham tetapi sempat ditolak karena melihat nilai dirham yang masih Rp.46.300, sehingga dengan 2 keping dirham baru mendapat Rp.92.600. Walaupun sebenarnya pak Mansuri sudah mendapat untung, karena modal pa Mansuri masih jauh dibawah itu, tapi pak Mansuri masih hendak mengambil harga Rp.100.000,
Setelah dijelaskan kegunaan nuqud dirham dan jangan memandang nominal uang FIAT lagi, karena nilai-nilai tersebut adalah tipuan semua dari RIBA, akhirnya pak Mansuri bersedia menjual obat herbalnya setelah ditawar dengan nilai 2 dirham tadi.

4 April 2011

UU Mata Uang dan Redenominasi untuk Siapa?

Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
(R)UU Mata Uang, yang saat ini sedang diparipurnakan di DPR, harus bertujuan memperkuat penggunaan uang rupiah di negeri ini.

Apalagi sejak era 1980-an, mata uang kertas asing telah mengambil alih peran rupiah di banyak tempat di negeri kita. Tak hanya di daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga saja, ironisnya di berbagai kotapun mata uang kertas asing mendominasi beberapa item transaksi bisnis. Sebut saja dolar AS, yang menjajah perekonomian kita, baik itu secara langsung maupun secara terselubung.