Kami juga melayani penjualan dan pembelian Logam Mulia dengan berat minimal 25 gr

25 April 2012

Inilah Saat Terbaik Tegakkan Dinar Dirham

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Dalam wejangan selama sekitar 30 menit ini Shakyh Umar Vadillo menyatakan inilah saat terbaik bagi setiap muslim untuk terlibat mengembalikan muamalah. Disertai teks dalam bahasa Melayu


Ini waktu yang penuh dengan kesulitan. Ini adalah masa penuh bergelimang dengan riba. Tapi inilah waktu terbaik kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, subhanahu wa ta'ala. Beribu kesulitan, tetapi ada beribu kesempatan baik, untuk menyebut nama Allah, subhanahu wa ta'ala.

Jalan untuk itu, untuk mendekatkan diri dengan Allah Ta'ala, adalah menegakkan kembali syariat muamalat dan rukun zakat.

20 April 2012

Warga Haramain Antusias Miliki Dinar Dirham

Tatang Buchori & Sofyan Al Jawi - Pengurus Wakala Keluarga Madani
Di sela-sela waktu umroh utusan Wakala Keluarga Madani, Jakarta Utara, melakukan dakwah amal Madinah Abad I H di kota Makkah dan Madinah.

'Sekitar dua puluh orang warga Makkah mengerumuni saya waktu saya perkenalkan Dirham perak. Orang-orang antusias ingin memilikinya,' ujar Pak Tatang Buchori saat melaporkan perjalanan umroh dan dakwahnya di Tanah Suci kepada beberapa kawannya di Jakarta Utara, termasuk Pak Sufyan al-Jawi. 'Sayang saya hanya membawa sedikit. Saya yakin 100%, andai saya bawa sampai 1.000 keping Dirham pun, Insya Allah habis.' Seperti kita maklumi, Kerajaan Arab Saudi sejak 1961 menghapus penggunaan dinar dirham melalui dekrit Kerajaan tanggal 1.7.1379 H, dan menggantinya dengan uang riyal kertas.

17 April 2012

Inilah Ladang Amal Anda Wakaf Pasar

Penegakkan salah satu sunnah melalui wakaf pasar semakin banyak didukung masyarakat. Wakaf pertama adalah Suq Muamalah Sawangan.

Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, Amirat Indonesia, melalui Baitul Mal Nusantara, ingin segera mewujudkan salah satu sunnah yang roboh, yakni pendirian pasar sebagai sedekah, hingga para pedagang bisa berjualan tanpa dipungut sewa. Di pasar terbuka ini, atau Suq, pedagang juga tidak boleh menetap dan mengklaim tempat, lapak berdagang terbuka bagi semua orang.

Untuk pertama kalinya suq atau pasar ini akan dibangun di daerah Bojong Sari, Sawangan, di atas tanah seluas 6000-9000 meter persegi. Tahap pertama dibangun sebuah masjid dan pasar dengan lahan seluas 3000 m persegi, dengan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Dana yang diperlukan diperkirakan sekitar Rp 5.5 milyar rupiah, dengan tahap awal pembelian tanah sebesar Rp 1.8 milyar, untuk 3000 meter persegi. Saat ini dana terkumpul di BMN setara sekitar Rp 200 juta, dalam berbagai bentuk (Dinar, Dirham, dan rupiah), sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah.

Membangun Kembali Pasar Sebagai Wakaf


Shaykh Umar Ibrahim Vadillo -
Keberadaan pasar umum adalah kunci kemakmuran masyarakat.

Ibn Khaldun, sejarawan dan juga seorang qadi, merupakan 'Bapak Sejarah' karena ia adalah orang pertama yang menemukan pemahaman tentang sejarah sebagai cara penafsiran peristiwa. Ia bukan hanya meriwayatkan peristiwa, tetapi menafsirkannya. Ibn Khaldun berkata: 'Apa yang membuat sebuah kota? Apa yang membedakan kota dengan pemukiman?' Ia mengatakan ada tidaknya pasar. Jadi, bila tidak ada pasar, tempat itu baru merupakan sebuah [emukiman semata. Itu belum menjadi Madinah (Kota). Ia akan menjadi Madinah ketika ia memiliki pasar.

28 November 2011

Ngobrol Asyik Dinar Dirham - Jakarta, Muamalah Solusi Melawan RIBA

Allhamdulillah, 25 November 2011 lalu menjelang tutup tahun Hijriah 1432, di jakarta, al wakil sempat menghadiri momen silahturhami dengan tema Ngobrol Asik Dinar dan Dirham.

25 November 2011

PENETAPAN HARGA BARANG DAN UANG ADALAH RIBA


Kebanyakan umat Islam masih menganggap hanya bunga yang disebut riba. Padahal fiat money jauh lebih besar riba (berlipat-lipat tambahannya) daripada bunga rentenir. Ada 2 jenis riba lagi yang luput dari perhatian yaitu riba penetapan harga barang dan harga uang kertas (fiat money). 

Sebelum membahas riba penetapan harga barang dan harga uang fiat money, sebaiknya kita mengetahui bagaimana transaksi pertukaran barang dalam Islam.

2 November 2011

KOMODO, Nasionalisme dan DINAR DIRHAM

Dalam kurun sebulan ini, ramai kita diminta untuk memvote melalui sms. Yang divote adalah agar mendukung pulau komodo sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru. Awalnya vote ini diacuhkan masyarakat, sehingga dihembuskan isu pulau komodo kalah jauh dari kadal air, yang juga digencarkan malaysia sebagai ikon negerinya.

16 Oktober 2011

Saatnya Perbanyak Gunakan Dirham Perak

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Inilah saatnya setiap orang memperbanyak pemakaian Dirham perak untuk bertransaksi setiap hari. Nilainya sedang kembali murah.

Sejak menjelang Idul Fitri 1432 H lalu 'harga' emas dunia mengalami gonjang-ganjing. Di pasaran internasional nilai hariannya tampak tidak stabil dan naik-turun mirip gerakan yoyo. Hanya karena rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS, 'harga' emas domestik di Indonesia tetap naik. Bahkan mencapai rekor tertingginya, sampai melewati angka Rp 550.000/gr, di pasaran di Jakarta.

4 Oktober 2011

Solusi Tuntas Persoalan Palestina

Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi -
Perjuangan nasionalisme harus dihentikan. Masalah Palestina akan tuntas bila dikembalikan kepada Dienul Islam.

Allah Ta'Ala berfirman dalam surat at-Taubah (9:112),


'Mereka yang bertaubat, mereka yang beribadah,
mereka yang bertahmid,
mereka yang shaum,
mereka yang ruku',
mereka yang sujud,
mereka yang beramar ma'ruf dan mencegah kemunkaran,
dan yang menjaga batasan-batasan (hudud) Allah: berita gembira bagi para mu'minun.'

3 Oktober 2011

Daarut Tauhid Jajaki Terapkan Dirham dan Dinar


Pesantren Darut Tauhid, Geger Kalong, pernah menorehkan sejarah ketika Festival Hari Pasaran (FHP) pertama kali diselenggarakan. Saat ini bersiap-siap terapkan Dinar dan Dirham.

Sekitar 35 orang staf, karyawan, dan pengurus Yayasan Daarut Tauhid, memenuhi ruang musholla, di Jl Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 19 September 2011 lalu. Mereka dengan takzim menyimak uraian panjang dari Bpk Zaim Saidi tentang mengapa kita harus kembali kepada Dinar emas dan Dirham perak.