Kami juga melayani penjualan dan pembelian Logam Mulia dengan berat minimal 25 gr

28 November 2011

Ngobrol Asyik Dinar Dirham - Jakarta, Muamalah Solusi Melawan RIBA

Allhamdulillah, 25 November 2011 lalu menjelang tutup tahun Hijriah 1432, di jakarta, al wakil sempat menghadiri momen silahturhami dengan tema Ngobrol Asik Dinar dan Dirham.

25 November 2011

PENETAPAN HARGA BARANG DAN UANG ADALAH RIBA


Kebanyakan umat Islam masih menganggap hanya bunga yang disebut riba. Padahal fiat money jauh lebih besar riba (berlipat-lipat tambahannya) daripada bunga rentenir. Ada 2 jenis riba lagi yang luput dari perhatian yaitu riba penetapan harga barang dan harga uang kertas (fiat money). 

Sebelum membahas riba penetapan harga barang dan harga uang fiat money, sebaiknya kita mengetahui bagaimana transaksi pertukaran barang dalam Islam.

2 November 2011

KOMODO, Nasionalisme dan DINAR DIRHAM

Dalam kurun sebulan ini, ramai kita diminta untuk memvote melalui sms. Yang divote adalah agar mendukung pulau komodo sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru. Awalnya vote ini diacuhkan masyarakat, sehingga dihembuskan isu pulau komodo kalah jauh dari kadal air, yang juga digencarkan malaysia sebagai ikon negerinya.

16 Oktober 2011

Saatnya Perbanyak Gunakan Dirham Perak

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Inilah saatnya setiap orang memperbanyak pemakaian Dirham perak untuk bertransaksi setiap hari. Nilainya sedang kembali murah.

Sejak menjelang Idul Fitri 1432 H lalu 'harga' emas dunia mengalami gonjang-ganjing. Di pasaran internasional nilai hariannya tampak tidak stabil dan naik-turun mirip gerakan yoyo. Hanya karena rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS, 'harga' emas domestik di Indonesia tetap naik. Bahkan mencapai rekor tertingginya, sampai melewati angka Rp 550.000/gr, di pasaran di Jakarta.

4 Oktober 2011

Solusi Tuntas Persoalan Palestina

Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi -
Perjuangan nasionalisme harus dihentikan. Masalah Palestina akan tuntas bila dikembalikan kepada Dienul Islam.

Allah Ta'Ala berfirman dalam surat at-Taubah (9:112),


'Mereka yang bertaubat, mereka yang beribadah,
mereka yang bertahmid,
mereka yang shaum,
mereka yang ruku',
mereka yang sujud,
mereka yang beramar ma'ruf dan mencegah kemunkaran,
dan yang menjaga batasan-batasan (hudud) Allah: berita gembira bagi para mu'minun.'

3 Oktober 2011

Daarut Tauhid Jajaki Terapkan Dirham dan Dinar


Pesantren Darut Tauhid, Geger Kalong, pernah menorehkan sejarah ketika Festival Hari Pasaran (FHP) pertama kali diselenggarakan. Saat ini bersiap-siap terapkan Dinar dan Dirham.

Sekitar 35 orang staf, karyawan, dan pengurus Yayasan Daarut Tauhid, memenuhi ruang musholla, di Jl Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 19 September 2011 lalu. Mereka dengan takzim menyimak uraian panjang dari Bpk Zaim Saidi tentang mengapa kita harus kembali kepada Dinar emas dan Dirham perak.

15 September 2011

BABI & RIBA

8 tahun ketika saya ditugaskan ke negeri ginseng, ada 3 momen dimana saya memasukan zat haram ke dalam tubuh. Yaitu zat babi.

7 September 2011

Sobat Coklat JAWARA dari Koja

Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Dua remaja putri memulai usaha ini, dan kini menjadi salah satu pionir Jawara Jakarta Utara.

Awal berdinya SoCo(Sobat Coklat) adalah tanggal 13 juli 2010 dengan dua remaja Dian Maya Sari dan Nurrachmah yang jenuh dengan rutinitas pekerjaan. Keduanya mempunyai gagasan dengan bekal dari seminar dan pelatihan kewirausahaan yang dinaungi Kantor Menpora pada tahun 20007 - 2008, untuk berdagang..

Merdeka Sementara dari Bank Sentral

Sebuah kota kecil di Italia telah menyatakan kemerdekaannya dan mulai mencetak uang kertasnya sendiri. Sebagai reaksi atas krisis zona euro.

Pemerintahan kota Filettino, 100 km timur Roma, Italia, memprotes langkah-langkah penghematan yang dilakukan oelh pemerintahan pusat dengan cara unik. Kota kecil ini hanya memiliki 550 orang penduduk. Dalam rencana pemerintah pusat, demi memotong biaya administrasi, kota ini akan dipaksa untuk bergabung dengan kota tetangganya, Trevi. 


6 September 2011

Mempertahankan Perpecahan Hari Lebaran

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Di balik perpecahan penetapan hari lebaran terdapat kepentingan para bankster.

Lebaran telah usai, para pemudik pun telah kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, masih ada pertanyaan yang terisa dalam benak banyak orang: mengapa sering terjadi perbedaan dalam penetapan hari lebaran? Bisakah hal ini diterima? Dan kalau tidak, bagaimana menyatukannya?

Sebagaimana kita ketahui perbedaan itu bermula dari penggunaan dua cara penetapan hari lebaran - tepatnya penetapan bulan baru tahun hijriah, dalam konteks ini awal dan akhir Ramadhan atau awal Syawal - yang berbeda. Yang pertama adalah melalui cara hisab, dan yang kedua melalui cara rukyat.