Kami juga melayani penjualan dan pembelian Logam Mulia dengan berat minimal 25 gr

26 April 2012

Sultan Ternate: Zakat Kambali Ditarik dengan Dinar Dirham

Bersamaan dengan acara tahunan, Legu Gam, Sultan Mudaffar Sjah II, Sultan Ternate, mendeklarasikan zakat akan kembali ditarik dalam Dinar dan Dirham.



Kesultanan Ternate adalah salah satu kesultanan tertua di Nusantara yang masih bertahan sampai hari ini, dengan Sultan Mudaffar Sjah II sebagai sultannya, sejak sekitar 35 tahun lalu. Sampai hari ini, pada tiap-tiap ulang tahun sultan, tahun ini adalah yang ke-77, diselenggarakanlah pesta rakyat, yang disebut dengan istilah Legu Gam. Festival rakyat ini berlangsung hampir sebulan penuh lamanya, dengan berbagai kegiatan.

Legu Gam 2012 ini sangatlah istimewa. Di tengah-tengah rakyat yang mencintainya, pada 21 April 2012, Sultan Mudaffar Sjah II telah mendeklarasikan bahawa zakat akan ditarik kembali dan dibagikan dalam bentuk Dinar dan Dirham. Ini artinya, rakyat Ternate, akan kembali lebih makmur karena di kantong-kantong mereka akan segera bergemerincing koin-koin emas dan perak. Pada kesempatan itu, kepada rakyatnya, Sultan Ternate memperlihatkan prototipe koin Dinar dan Dirham Ternate, yang bercirikan simbol Kesultanan Ternate, Burung Goheba.

Dinar dan Dirham Kesultanan Ternate ini berada dalam payung dan mengikuti standar World Islamic Mint (WIM). Jadi, bersamaan-sama dengan Dinar dan Dirham dari beberapa kesultanan lain, khususnya Kesultanan Kelantan (Malaysia), Kesultanan Kasepuhan (Cirebon), dan Kesultanan Sulu (Filipina), akan berlaku umum sebagai mata uang universal: satu umat, satu mata uang.

Dalam pernyataan resminya, Sultan Mudaffar Sjah II, menyatakan, 'Dengan ini saya menitahkan agar mulai 1433 H ini, zakat kembali ditunaikan sesuai dengan rukunnya, dengan menggunakan Dinar emas dan Dirham perak.'

Menyaksikan pembacaan deklarasi tersebut, hadir Bapak Haji Omar Azmon dan Dr Zahimi, mewakili World Islamic Mint, Abdul Haqq Sallaberia, mewakili Shaykh Umar Vadillo, dan Wazir Abdarrahman Rachadi mewakili Amir Zaim Saidi. Diantara tamu undangan hadir pula Ibu Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Marie E Pangestu, Walikota Ternate, H. Burhan Abdurrahman, RAja Tapanuli Selatan, Duta Besar Ecuador untuk Indonesia, perwakilan Parlemen Italia beserta ketua Perhimpunan Persahabatan Italia Indonesia.

Keputusan Sultan Ternate ini sangat penting bukan cuma bagi rakyat Ternate, tapi bagi umat Islam seluruh dunia. Ini sekaligus menandai awal kembalinya syariat zakat dan muamalat, dan dengan itu pula riba yang kini merajalela dapat dikendalikan dan diisolasi.

Kita mohonkan kepada Allah, subhanahu wa ta'ala, untuk memberkahi langkah Sultan Mudaffar Sjah II, Sultan Muizudin Bantilan II, Sultan PRA Arief Natadiningrat, dalam menegakkan syariat Islam ini. Kita mohonkan kepada Allah, subhanahu wa ta'ala untuk menanamkan ketaatan dan kesetiaan umat Islam di masing-masing wilayah mereka kepada para uli amri mereka. Kita mohonkan kepada Allah , subhanahu wa ta'ala untuk mengemblikan kehormatan dan kemakmuran kaum Muslimin di Nusatara melalui mereka. Amin