Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Dalam wejangan selama sekitar 30 menit ini Shakyh Umar Vadillo menyatakan inilah saat terbaik bagi setiap muslim untuk terlibat mengembalikan muamalah. Disertai teks dalam bahasa Melayu
Ini
waktu yang penuh dengan kesulitan. Ini adalah masa penuh bergelimang
dengan riba. Tapi inilah waktu terbaik kita untuk mendekatkan diri
kepada Allah, subhanahu wa ta'ala. Beribu kesulitan, tetapi ada beribu
kesempatan baik, untuk menyebut nama Allah, subhanahu wa ta'ala.
Jalan untuk itu, untuk mendekatkan diri dengan Allah Ta'ala, adalah menegakkan kembali syariat muamalat dan rukun zakat.
Dalam wejangan selama sekitar 30 menit ini Shakyh Umar Vadillo menyatakan inilah saat terbaik bagi setiap muslim untuk terlibat mengembalikan muamalah. Disertai teks dalam bahasa Melayu
Ini
waktu yang penuh dengan kesulitan. Ini adalah masa penuh bergelimang
dengan riba. Tapi inilah waktu terbaik kita untuk mendekatkan diri
kepada Allah, subhanahu wa ta'ala. Beribu kesulitan, tetapi ada beribu
kesempatan baik, untuk menyebut nama Allah, subhanahu wa ta'ala.Jalan untuk itu, untuk mendekatkan diri dengan Allah Ta'ala, adalah menegakkan kembali syariat muamalat dan rukun zakat.


Sebagaimana
telah diumumkan sebelumnya, Amirat Indonesia, melalui Baitul Mal
Nusantara, ingin segera mewujudkan salah satu sunnah yang roboh, yakni
pendirian pasar sebagai sedekah, hingga para pedagang bisa berjualan
tanpa dipungut sewa. Di pasar terbuka ini, atau Suq, pedagang juga
tidak boleh menetap dan mengklaim tempat, lapak berdagang terbuka bagi
semua orang.
Ibn
Khaldun, sejarawan dan juga seorang qadi, merupakan 'Bapak Sejarah'
karena ia adalah orang pertama yang menemukan pemahaman tentang sejarah
sebagai cara penafsiran peristiwa. Ia bukan hanya meriwayatkan
peristiwa, tetapi menafsirkannya. Ibn Khaldun berkata: 'Apa yang
membuat sebuah kota? Apa yang membedakan kota dengan pemukiman?' Ia
mengatakan ada tidaknya pasar. Jadi, bila tidak ada pasar, tempat itu
baru merupakan sebuah [emukiman semata. Itu belum menjadi Madinah
(Kota). Ia akan menjadi Madinah ketika ia memiliki pasar. 
Sejak
menjelang Idul Fitri 1432 H lalu 'harga' emas dunia mengalami
gonjang-ganjing. Di pasaran internasional nilai hariannya tampak tidak
stabil dan naik-turun mirip gerakan yoyo. Hanya karena rupiah
terdepresiasi terhadap dolar AS, 'harga' emas domestik di Indonesia
tetap naik. Bahkan mencapai rekor tertingginya, sampai melewati angka
Rp 550.000/gr, di pasaran di Jakarta.

Sekitar
35 orang staf, karyawan, dan pengurus Yayasan Daarut Tauhid, memenuhi
ruang musholla, di Jl Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 19
September 2011 lalu. Mereka dengan takzim menyimak uraian panjang dari
Bpk Zaim Saidi tentang mengapa kita harus kembali kepada Dinar emas dan
Dirham perak.